Mereka bilang harta bukanlah segalanya. Mereka juga bilang, tahta tak bisa membeli bahagia semua itu hanyalah dusta dari mulut-mulut nestapa. Harta dan tahta adalah segalnya. Nyawa pun layak ditumbalkan untuk mendapatkannya. Hingga akhirnya gerbang iblis pun terbuka. Misteri bocah pembisik, danau maut penuh butiran emas singgasana berdarah, pesugihan lewat tengah malam itu bajuk rayu kegelapan …
Air mata punya kebijaksanaannya sendiri. Ia hadir ketika beban terlalu berat untuk diungkapkan dengan kata-kata. Ia menjadi ruang bagi luka untuk bernapas. Dan air mata adalah bahasa tubuh yang paling jujur. Sejak tragedi keji merenggut rahimnya, Tara kehilangan bukan hanya mimpinya, tapi juga air matanya