Buku ini berisi macam-macam bahasa tubuh disertai maknanya.
Di Jakarta, semua orang dipaksa bergelut danbertempur demi bisa hidup dari hari kehari.
Bermodalkan sebuah alamat, Elang memulai perjalanan tak terduga, rintangan demi rintangan menghadang namun tekadnya tak tergoyahkan, ia telah berjanji akan menemukan ayahnya.
Buku ni ditulis bukan untuk menunjukan seberapa banyak ilmu yang aku tahu, tapi justru menceritakan sisi lain diriku yang kerap diisi oleh keraguan dan kecemasan yang belum banyak orang ketahui.
Ceritanya menarik dan bikin penasaran. Belum ketahuan endingnya gimana sampai kita baca haaman terakhir. Cerita yang berganti-ganti antara kejadian sekarang dan masalau terjalin dengan rapi dan berkesinambungan.