Art Original
Malam Pertama
Galuh Candra Kirana, Selebgram dan Pembatik di Kediri, sekaligus perancang busana pengantin. Menciptakan karya yang cantik dan elegan. Darah pembatik menurun dari eyang buyutnya yang menjadi pembatik di Keraton Yogyakarta. Galuh terpaksa menikah dengan Wahyu Pambudi, duda dengan satu putra karena perjodohan orang tua.
Saat malam pertama tiba, bukanlah kehangatan yang diberikan melainkan talak mudhaf dijatuhkan. Talak yang disandarkan pada waktu, bahwa satu bulan dari tanggal pernikahan, jatuhlah talak satu. Karena di dalam lubuk hati Wahyu, masih bertahta seorang ratu, dialah Isyana Nareswari. Istri yang menghilang selama tiga tahun saat menempuh Pendidikan Kedokteran di Universitas Gajah Mada.
Malam-malam berjalan suwung, tinggal satu kamar tetapi seperti orang asing. Namun naluri keibuan dalam jiwa Galuh karena memiliki panti asuhan yang merawat puluhan anak yatim, mendorong nurani untuk bertahan demi putra kecil yang merindukan kehangatan seorang Ibu.
seorang diri. Galuh bertahan dalam lara, menelan luka batin seor Melangitkan dalam sujud, mengadukan dalam riyadhoh Al Qur'an, memunajat cinta suami akan jatuh padanya.
Pusaka jiwa Lembah Manah, Sareh, Sumeleh, Ora jireh menjadi ujung dari kisah cinta yang dramatis ini. Bahwa cinta yang terdalam adalah meletakkan hati di dalam sudut ikhlas, membentuk kejernihan jiwa.
Tidak tersedia versi lain